Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Pendidikan Anak Usia Dini Melalu Film Anak dan Keluarga

Sabtu, 11 Agustus 2018 | komentar


Pendidikan Anak Usia Dini Melalu Film Anak dan Keluarga

Yusuf Kurniawan


Source : https://www.intofilm.org/resources/84

Virgina Satir dalam bukunya The New Peoplemaking menyatakan, Orangtua mengajar di sekolah paling berat di dunia---sekolah untuk orang. Anda adalah dewan pendidik kepala sekolah, penjaga dan pembersih gedung sekaligus... dan tidak ada ketentuan umum dalam kurikulumnya. Anda bertugas  atau setidak-setidaknya siap dipanggil. 24 jam sehari. 365 hari setahun. Selama  sedikitnya 18 tahun untuk setiap anak yang Anda punyai.[1]

Dilihat dari pernyataan Virgina Satir peran orang tua benar-benar sangat penting, dimana Anda harus siap didalam setiap waktu dan kondisi apapun. Begitu berharga momen bersama anak dan orangtua. Sebagai orangtua adalah penentunya, mau jadi apa dia adalah berdasarkan rasa kepedulian dan keterbilatan orangtua dalam perjalanan waktu perkembangan anak-anak di usia yang sangat dini hingga dewasa disaat umur 18 tahun.

Pendidikan adalah hal yang terpenting dalam membangun jiwa dan fisik anak. pendidikan yang berorientasi rasa kasih sayang dan kedekatan emosional yang dibangun melalui hubungan darah dan batin, yaitu orang tua yang telah menjadi pertemuan pertama dengan anak yang terlahir. Serta kemudian pendidikan pertama adalah keluarga tersenidiri menjadi yang utama dalam kehidupan sang anak.\

Keluarga yang menjadi inspirasi pendidikan seperti yang dilansir dari salah satu artikel SAHABAT KELUARGA - Azzam Habibullah namanya. Usianya masih teramat muda, Oktober 2018 nanti usianya baru menginjak 17 tahun. Namun di usia yang masih tergolong ‘anak kemarin sore’, anak sulung dari dari pasangan Henry Ridho dan Laila Sari itu telah melanglangbuana ke negerinya Donald Trump pada tahun 2017 lalu. Melalui proposalnya yang berjudul ‘Equity dan Population Adjustment’, Azzam menjadi salah seorang pemuda dari empat pemuda seluruh Indonesia yang diundang oleh Caretakers of the Environment International (CEI), sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.  Azzam diundang untuk mengikuti konferensi tentang pembangunan berkelanjutan, pendidikan dan lingkungan hidup. Padahal, Azzam bukanlah siswa dari sekolah di luar negeri, bukan juga siswa dari sekolah unggulan bertaraf internasional. Bahkan, selama menempuh pendidikan sejak kecil hingga remaja sekarang ini, Azzam hanya mengenyam sekolah formal saat menginjak jenjang taman kanak-kanak, yakni di TK Aisyiyah. Selanjutnya, Azzam menjalani proses pembelajaran di sekolah alam, yakni Sekolah Alam Medan Raya (SAMERA) yang didirikan orang tuanya. Di rumah, Azzam juga dididik langsung oleh kedua orangtuanya serta pembelajaran melalui panduan video tutorial. [2]

Orang tua akan melakukan apapun untuk anaknya termasuk pendidikan untuk masa depan anak nya melalui pendidikan yang kreatif demi mendapatkan pendidikan yang pas untuk anak-anak. Seperti Azzam yang mendapatkan pendidikan dari Sekolah Alam Medan Raya yang didirikan orang tua plus tambahan lebih mendalam saat dirumah dengan panduan video tutorial. Pendidikan menggunakan media dapat dikatakan sangat mumpuni untuk mengembangkan minat dan kreativitas anak, apalagi dengan zaman yang teknologi serba maju, salah satu media film yang banyak menampilkan konten pendidikan untuk anak-anak demi mencapai pembelajaran yang mutakhir dari konten film tersebut.


source :  https://www.artlink.co.za/news_article.htm?contentID=25721


Pada alam keluarga, orang tua (Ayah dan Ibu) terutama ayah kepala keluarga dengan bantuan anggotanya mempersiapkan segala sesuatu yang yang dibutuhkan sebuah keluarga, dimana bimbingan, ajakan, pemberian contoh, kadang sanksi yang khas dalam sebuah keluarga, baik dalam wujud pekerjaan kerumah-tanggan maupun kemasyarakatan lainnya, yang dipikul atas seluruh anggota komunitas keluarga, atau setara individual, merupakan cara-cara yang biasa terjadi pada interaksi pendidikan  dalam keluarga. Ki Hajar Dewantara (1961) menyatakan keluarga adalah kumpulan individu yang memiliki rasa  pengabdian tanpa pamrih demi kepentingan seluruh individu yang bernaung didalamnya.[3]

Keluarga juga wahanana (tempat) untuk mendidik anak untuk pandai, berpengalaman, berpengetahuan, berperilaku dengan baik. Bilamana kedua orang tua dalam keluarga, memahami dengan baik kewajiban dan tanggung jawab sebagai orang tua. Orang tua (Ayah dan Ibu) tidak hanya sekedar membangun silaturrahmi dan melakukan berbagai tujuan berkeluarga  seperti tujuan reproduksi, meneruskan keturunan, menjalin kasih sayang dan lain sebagainya, yang lebih terpenting bagi dari tugas keluarga adalah menciptakan suasana dalam keluarga proses pendidikan yang berkelanjutan (continius progress) guna melahirkan generasi penerus (keturuanan) yang cerdas dan berakhlak (berbudi pekerti yang baik), baik dimata orang tua, dan masyarakat.[4]

Dalam mendidik anak usia dini dilingkungan keluarga sebagai pendidik pertama dan utama, dapat meggunakan berbagai macam media. Media yang dimaksud sebagai alat yang menjadi perantara dalam menyampaikan  pembelajaran pada anak usia dini. Dalam konteks ini, terdapat banyak media yang bisa digunakan untuk pembelajaran anak usia dini. Prinsipnya, media  yang akan digunakan tersebut dapat memberikan rangsangan semangat atau memotivasi anak usia dini untuk dapat belajar dengan mudah dan menyenangkan sehingga mereka tidak merasa bosan dalam mengikuti proses pembelajaran. Ada macam-macam media pembelajaran untuk anak usia dini dapat digolongkan menjadi tiga yakni audio, visual, atau gabungan keduanya media audio visual dikenal juga dengan media film.[5]

Media audio adalah sebuah media pembelajaran  yang mengandung pesan-pesan dalam bentuk auditif (pendengaran, serta hanya menghasilkan suara saja seperti radio dan kaset rekaman. Biasanya berupa cerita yang didongengkan atau lagu-lagu. Sedangkan media visual adalah media yang mengadalkan indra penglihatan. Bentuk media visual ialah media grafis dan media proyeksi. Media grafis ialah media visual yang mengkomunikasikan antara fakta dan data yang berupa gagasan atau kata-kata verbal dengan gambar seperti poster, kartun dan komik.[6]

Terakhir media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar, kemudia di gabungan menjadi gambar bergerak atau film. Film terdiri dari dua jenis yaitu dokumenter dan film cerita. Film cerita terdiri dari berbagai genre. Terjadi revolusi dari film Indonesia yang hanya menampilkan film horor atau komedi receh. Sebuah film bukan hanya dirangkai untuk para penonton remaja. Anak-anakpun juga harus dijadikan sasaran untuk menikmati sebuah kehidupan lain yang dapat dilihat dilayar lebar.

Film-film bergenre anak tersebut dapat berbagai cerita tentang pengajaran anak dengan kekeluargaan. Dilansir dari hipwee.com, sebut saja Petualangan Sherina (2000) film yang booming pada tahun 2000 bercerita tentang anak perempuan yang bernama Sherina yang harus menerima keputusan untuk pindah dari Jakarta ke Bandung untuk kepentingan pekerjaan ayahnya, dimana film bertema musikal ini mengajarkan seorang anak sifat yang sabar dan penurut, dan harus mampu berdapatasi dengan lingkungan barunya. Film yang bertema sama dengan Petualangan Sherina mungkin adalah Joshua Oh Jushua (2001) mengusung tema musikal dipenuhi dengan adegan menyanyi dan menari, film ini mencertikan Jojo yang harus mengamen untuk kehidupan  sehari-harinya, walau hidup susah, Jojo dan temanya Jejen, tetap senang dan bersykur akan kehidupanya.  Dan kemudian film yang berjudul Untuk Rena (2005) yang mengkisahkan seorang anak bernama Rena yang telah lama hidup di panti asuhan, yang tidak rela jika adik-adiknya diasuh oleh orangtua asuh, lewat film ini pula. Setidaknya kita tahu bagaimana rasa saling menyanyangi sesama saudara. Ada  juga film  Garuda Di Dadaku (2007) yang berkisah perjuangan anak laki-laki yang bernama Bayu berjuang untuk mencapai cita-cita sebagai pemai bola di timnas U-13, tapi sayangnya hobi Bayu tidak disukai kakeknya karena tidak menjajikan masa depan yan cerah, tetapi Bayu tetap semangat hingga diapun mendapat restu. Film ini mengajarkan sikap bijaksana dan dukungan keluarga sangat dibutukan seorang anak dalam meraih impianya. Tidakhanya menceritakan kisah anak-anak di kota juga ada film anak yang menceritakan kehidupan anak-anak di desa dan daerah pedalaman salah satunya Denias, Senandung di Atas Awan (2008), kita bisa melihat Denias seoarang anak suku pedalaman di Papua yang ingin mendapatkan  pendidikan yang layak untuk dirinya. Dia harus berjalan puluhan kilo untuk bersekolah. Seterusnya film Laskar Pelangi (2009) yang berkisah seorang bocah bernama Ikal dkk yang bersekolah di SD Muhammadiyah desa Gantung di Belitung. Walau sekolah mereka sangat sederhana, tetapi tak mematahkan semangat Ikal dkk untuk terus mengenal dunia lewat pendidikan.

Memasuki tahun 2018, terdapat beberapa film bergenre keluarga dan anak kembali di produksi antaranya Kulari ke Pantai, Koki Koki Cilik dan Keluarga Cemara. Dua diantaranya sudah tayang Juli kemaren, dan Keluarga Cemara menyusul yang akan tayang di akhir 2018 nanti.[7] 

Kulari ke Pantai bercerita tentang traveling jalan darat dari Jakarta ke Banyuwangi yang di lakoni oleh dua anak perempuan beda karakter Sam dan Happy, film ini menampilkan hubungan antar saudara sepupu, dan perang orang tua dalam mendidik anak milineal. Sedangkan Koki Koki Cilik (2018) mengisahkan  perjuangan Bima yang berasal dari keluarga sederhana untuk mengikuting cooking camp (kompetisi memasak) agar dapat meraih gelar koki cilik, nilai positif  seperti kesederhanaan, kejujuran, dan saling tolong menolong juga cukup menonjol dalam film ini.

Dari beragam judul film yang disebut diatas kebanyakan di Sutradarai oleh Riri Riza dan Ifa Ifansyah kecuali Denias, Senandung diatas Awan disutradai oleh John Rantau dan Johsua oh.Joshua disturadai oleh Edward Sirait. Sebenarnya masih banyak film bertema anak dan keluarga yang di produksi di Indonesia, film-film diatas menjadi perwakilan dalam artikel ini, semoga Film seperti dapat terus di produksi tentu dengan kualitas cerita dan sinematografi yang lebih baik lagi, sehingga dapat mengundang banyak penonton terutama untuk anak-anak yang berguna sebagai usaha pendidikan terhadap anak Indonesia melalui media film.

#sahabatkeluarga

Daftar Kepustakaan

Nancy Samalin, 1,2,3 Sayang Semuanya Panduan Praktis membesarkan anak tanpa mebeda-bedakan, Bandung : Kaifa, 2003.

M. Syahran Jailani, Teori Pendidikan Keluarga dan Tanggung Jawab Dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Nadwa Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No.2 (2014).









                                



[1] Nancy Samalin, 1,2,3 Sayang Semuanya Panduan Praktis membesarkan anak tanpa mebeda-bedakan, Bandung : Kaifa, 2003, hal 21
[3] M. Syahran Jailani, Teori Pendidikan Keluarga dan Tanggung Jawab Dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Nadwa Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No.2 (2014), hal 91
[4] Ibid
[6] Ibid


CARA MENGATASI NSIS ERROR

Jumat, 22 Maret 2013 | komentar



Solusi simple untuk mengatasi instalasi program error NSIS.
1. Buka cmd a.k.a command prompt
2. Drag file setup atau installer paste di cmd


3. Tekan spasi, tulis /NCRC seperti gambar di atas
4. Enter

Udah de selesai...

Cara Membuat Magnet Sederhana Dengan Battery

Rabu, 27 Februari 2013 | komentar (1)


Cara Membuat Magnet Sederhana Dengan Battery

Magnet dengan tenaga baterai dapat dibuat dengan melilitkan kawat berarus ke sebatang besi/baja.. tentunya kuat medan masgnetnya relatif kecil dan hanya bertahan selama masih ada arus, dalam artian tidak permanen. jika arus diputuskan atau lilitan dilepas maka sifat kemagnetan besi/baja juga akan hilang..
Untuk tingkat lanjut hal ini disebut solenioda(lilitan) berarus yang menghasilkan medan magnet.
kuat medan magnet =
- berbading lurus dengan kuat arus
- berbanding terbalik dengan jarak benda ke mdan magnet
- berbanding lurus dengan jumlah lilitan
- berbanding terbalik pada jari-jari lilitan
- faktor hambatan dawai

Sumber

Membuat Magnet Sederhana

A. Tujuan
Untuk mengetahui cara membuat agnet sederhana (menggosok, induksi, dan mengalirkan arus listrik) dalam kehidupan kita sehari-hari.

B. Alat dan bahan :
1. Magnet batang
2. Magnet jarum
3. Palu besi
4. Jarum jahit
5. Kawat tembaga
6. Kawat platina (timah)
7. Baterai
8. Bola lampu (2,5/3,6 volt)
9. Isolasi
10. Serbuk besi
11. Gunting
12. Cutter
13. HVS (1 lembar)


C. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam kegiatan praktikum
2. Gosoklah paku dengan magnet batang searah, 5-10 menit


3. Tempelkan/dekatkan paku yang lain dengan magnet batang, selama 5-10 menit

4. Lilitlah paku dengan kawat dan sambungkan pada baterai dan bola lampu, amati apa yang terjadi!




5. Bandingkanlah ketiga hasil percobaan
6. Simpulkan dari hasil kegiatan
7. Laporkan kegiatan, seminggu kemudian setelah praktikum dilaksanakan.


Kesimpulan

Ada 3 cara membuat magnet :
A. Dengan Cara Menggosok
Suatu bahan dapat dibuat menjadi magnet dengan cara menggosokkan sebatang magnet tetap secara berulang ulang pada bahan tersebut. Sifat kemagnetan bahan memiliki kutub yang berlawanan dengan magnet penggosoknya.
B. Dengan Cara Mengalirkan Arus Listrik
Suatu bahan akan memiliki sifat magnet ketika dialiri arus listrik searah, namun akan hilang kemagnetannya jika arus tersebut dihilangkan. Apabila bahan dialiri arus listrik yang cukup besar, maka sifat kemagnetannya tidak berubah (magnet tetap)
C. Dengan Cara Induksi
Suatu bahan yang didekatkan pada magnet, maka sifat kemagnetan magnet akan ikut berpindah ke bahan tersebut, namun sifat kemagnetan bahan akan hilang ketika magnet dijauhkan dari bahan.

Cara Mencangkok Yang Baik dan Benar

Senin, 25 Februari 2013 | komentar (1)



Dalam Dunia biologi mencangkok adalah cara mengembang biakkan secara vegetatif buatan
  • Vegetati buatan yang dilakukan adalah dengan membuat sayatan melingkar dengan menghilangkan kulit dan kambium sehingga makanan hasil fotosintesis yang dibuat daun yang seharusnya beredar berhenti di tempat keratan tersebut
  • Adanya makanan hasil fotosintesis yang tidak terdistribusi karena berhenti di bagian keratan memungkinkan jaringan meristem yang tersusun atas sel muda akan mendapatkan cukup banyak makanan sehingga memungkinkan untuk membelah , berdefrensiasi membentuk jaringan
  • Defrensiasi yang terbentuk adalah memunculkan akar diatas keratan karena sel meristem yang berdefrensiasi berada pada lingkungan tabah sehingga terbentuk akar
  • Mencangkok adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang memiliki sifat persis seperti induknya , dan tanamannya lebih cepat berbuah dari tanaman yang dari biji yang harus menunggu proses perkecambahannya
  • Tanaman yang dapat dicangkok misalnya mangga, jeruk , jambu , dan banyak tanaman anggota dikotil dan yang terpenting mudah pemahamannya tanaman yang berkayu yang bercabang . OK
Tujuan : Mengetahui cara mencangkok tanamanAlat dan Bahan :
  1. Pisau tajam
  2. Tanah secukupnya
  3. Tanaman mangga yang sudah cukup tua
  4. Polibag dan sabut
  5. Tali atau karet ban dalam bekas.
  6. Ember atau apa saja media lain utk menampung air.
  7. kursi/tangga/stegger, jika cabang terlalu tinggi.

Cara Kerja :
  1. Carilah tanaman dengan memilih pohon induk ; mengenal sifat- sifat terutama buahnya, pohon kuat, cabang yang baik yang sudah tua.
  2. Pilihlah cabang yang lurus dan tegak, berdiameter 2-3 cm.
  3. Buatlah dua irisan Menyayat dan mengupas sekeliling kulit melingkar yang jaraknya sekitar 5 cm
  4. Buanglah kulit luarnya dan bersihkan kulit arinya/bersihkan lendir yang menempel hingga kering benar ( baca kambium untuk lendir itu )
  5. Dengan menggunakan tali , ikatlah lembaran plastic atau serabut kelapa pada bagian bawah keratan. Lipatlah ke atas lembaran plastic/sabut kelapa tersebut hingga berbentuk seperti kantung
  6. Kemudian berilah tanah Isi kantung dengan tanah yang dicampur kompos sampai sayatan tertutup semua sampai beberapa cm di atas keratan secukupnya
  7. Ikatlah kantung yang telah berisi tanah pada beberapa cm di atas keratan
  8. Pembungkus plastic diberi lubang berjarak sehingga ada aerasi dan memungkinkan kelebihan air bisa terbuang , dan disiram setiap hari OK
  9. Diamkan selama 2 sampai 3 bulan.
  10. Setelah cangkokan berumur dengan ditandai keluarnya akar- akarnya yang tumbuh dan menembus pembungkusnya, sejak itu cangkokan sudah bisa dipotong
  11. Kemudian tanamlah dalam pot atau langsung di dalam pot.
NOTE :
  • Bagusnya, setelah batang yang akan kita cangkok setelah dikerat, didiamkan terlebih dahulu 2 atau 3 hari agar kering. agar pertumbuhan akar lebih cepat, sebelum dibungkus,
  • Berikan dahulu hormon penumbuh akar misal Rhizokalin / Auksin , Rotone f disekililing area tempat tumbuh akar.

TEKNOLOGI VEGETATIF YANG LAIN

Okulasi

Alat dan bahan
  1. Tanaman dikotil maupun monokotil yang akan di sambung
  2. Pisau/ silet yang tajam
  3. Plastik ( panjang: 17 cm – lebar : 10 cm )
  4. Tali rapiah
Cara kerja :
  1. Potonglah batang yang akan disambung 5-10 cm, pilih batang yang tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda
  2. Sambungkan kedua bunga yang akan distek dengan warna yang berbeda lalu diikat dengan tali rapiah
  3. Bungkus bunga yang sudah distek dengan plastic yang tersedia lulu ikat plastic tersebut dengan tali rapiah,dan ikatannya tidak terlalu erat
  4. Lakukan pengamatan setiap hari sampai ± 10 hari
  5. Selesai dan bibit yang sudah selesai dapat di tanam langsung di tanah yang kita ingin kan ( sebaiknya tanah yang gembur dan subur) .

Cara mengatasi Cannot download this file Details: HTTP/1.1 502 Bad Gateway pada IDWS

Sabtu, 19 Januari 2013 | komentar

Langsung saja tanpa Basa basi .
pertama buka Command prompt > kemudian ketikan : ipconfig /flushdns > lalu enter
setelah itu lanjutkan download nya jika berhasil berarti anda beruntung jika gagal mungkin agan kurang beruntung
karena cara ini sudah saya lakukan jika terdapat pesan error cannot download this file dalam download
dan cara ini berhasil Silahkan Mencoba.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Manusia Berpikir - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger